MAKALAH PENDAPATAN NASIONAL, PERTUMBUHAN dan STRUKTUR EKONOMI INDONESIA 2016

iklan                                    PENDAPATAN NASIONAL, PERTUMBUHAN DAN
                                         STRUKTUR EKONOMI INDONESIA 2016

                                                                                BAB I
                                                                       PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 

Pendapatan dan pertumbuhan ekonomi menjadi aspek yang sangat penting dari setiap bentuk usaha dan bagi Negara. Di Negara kita ini, berbagai sektor usaha seperti pertanian, perkebunan, industri, pariwisata, perbankan dan masih banyak sektor yang lain berlomba-lomba menghasilkan pendapatan yang tinggi guna menghidupi usaha yang mereka jalani agar tetap bisa bertahan. Di lain sisi, kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh berbagai sektor tersebut juga akan memberikan pendapatan nasional bagi Negara dan akan menumbuhkan pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia, dimana sangat diharapkan terjadinya pertumbuhan ekonomi tersebut.
Indonesia adalah  salah satu negara yang berkembang yang memiliki struktur ekonomi yang cukup baik. Namun struktur perekonomian yang sekarang kita hadapi merupakan struktur yang tradisional, oleh karena itu secara makro-sektoral perekonomian indonesia baru bergeser dari struktur yang agraris dan sekarang diarahkan menuju struktur yang industrial sebab penyumbang utama pendapatan nasional adalah  dari sektor industri pengolahan, yang berarti struktur perekonomian industrial.
Pendapatan Nasional yang dijadikan sebagai tolak ukur untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara, yang mana didalam perhitungan pendapatan nasional bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang  tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai. Seperti yang kita ketahui berhasil tidaknya program-program pembangunan sering dinilai berdasarkan tinggi rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu apabila tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia tinggi maka dapat mensejahterahkan masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah
1.    Bagaimana elemen pendapatan nasional di Indonesia?
2.    Bagaimana pertumbuhan ekonomi itu?
3.    Bagaimana pertumbahan ekonomi dalam persepktif Islam?
4.    Bagaimana struktur ekonomi Indonesia?

1.3. Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui  elemen pendapatan nasional di Indonesia
2.    Mengetahui pertumbuhan ekonomi
3.    Mengetahui pertumbahan ekonomi dalam persepktif Islam
4.    Mengetahui struktur ekonomi Indonesia


                                                                             BAB II
                                                                      PEMBAHASAN


2.1 Pendapatan Nasional
2.1.1 Pengertian Pendapatan Nasional

a.    Menurut Alfred Marshall,seorang ekonom klasik , menyatakan pendapatan nasional ataupun deviden nasional merupakan tenaga kerja dan modal dari negara yang mengolah sumber daya alamnya untuk memproduksi sejumlah netto komoditi, baik yang berupa material maupun ummaterial , termasuk juga jasa dan sejenisnya.

b.    Arthur Cecil Pigou (Ekononom Inggris), pendapatan nasional adalah bagian dari pendapatan objektif  masyarakat , termasuk pendapatan yang berasal dari luar negeri. Yang dapat diukur dengan uang nyata          ( real ).

c.    Menurut Irving Fisher pendapatan nasional merupakan  hasil neto perekonoman yang langsung dikonsumsi dalam tahun yang sama.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan pendapatan nasional adalah adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.

2.1.2 Konsep Pendapatan Nasional 

Ada beberapa istilah dalam pendapatan nasional, antara lain:

a)    Produk Domestik Bruto (PDB)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor atau disebut juga dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) merupakan nilai pasar dari semua barang dan jasa final yang diproduksi dalam sebuah negara pada suatu periode (Mankiw, 2006, hal : 6), meliputi faktor produksi milik warga negaranya sendiri maupun milik warga negara asing yang melakukan produksi di dalam negara tersebut.

b)    Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
RUMUS untuk menghitung GNP :
GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri

c)    Produk Nasional Neto (NNP)
Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Neto (PNN) adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu setelah dikurangi dengan penyusutan dan pengganti barang modal. Penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
RUMUS menghitung NNP :
NNP = GNP – Penyusutan

d)    Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dan lain-lain.
RUMUS :
NNI = NNP – Pajak tidak langsung

e)    Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya.
Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
RUMUS :
PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan sosial + Pajak perseorangan )

f)    Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

RUMUS :
DI = Personal Income – Pajak langsung
2.1.3 Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
Perhitungan pendapatan nasional dimulai dengan Produk Domestik Bruto. PDB itu sendiri dapat dihitung atau diukur dengan tiga macam pendekatan yaitu:

a)    Pendekatan Produksi
Menurut pendekatan produksi PDB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Unit-unit produksi yg dimaksud secara garis besar dipilah-pilah menjadi 11 sektor atau lapangan usaha, yaitu:
1.   Pertanian  
2.   Pertambangan dan penggalian
3.   Industri pengolahan  
4.   Listrik, gas dan air minum  
5.   Bangunan             
6.   Perdagangan
7.   Pengangkutan dan komunikasi
8.   Bank dan lembaga keuangan lainnya
9.   Sewa rumah
10. Pemerintah
11. Jasa-jasa

b)    Pendekatan Pendapatan
Menurut pendekatan pendapatan PDB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor yang turut serta dalam proses produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Balas jasa yang dimaksud meliputi upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal, dan keuntungan.

c)    Pendekatan Pengeluaran
Menurut pendekatan pengeluaran PDB adalah jumlah seluruh komponen permintaan akhir meliputi:
1.    Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta yang tidak mencari keuntungan
2.    Pembentukan modal tetap domestik bruto dan perubahan stok
3.    Pengeluaran konsumsi pemerintah
4.    Ekspor neto (yaitu ekspor dikurangi impor) dalam jangka waktu setahun

2.1.4 Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Nasional

•    Permintaan dan penawaran agregat
Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.
Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

•    Konsumsi dan tabungan
Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (saving) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat Keynes yang dikenal dengan psychological consumption yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

•    Investasi
Investasi, atau secara lebih spesifik investasi domestik swasta bruto, adalah belanja pada barang kapital baru dan tambahan untuk persediaan.
Contohnya : bangunan dan mesin baru yang dibeli perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

2.2 Pertumbuhan Ekonomi 

Menurut Boediono pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output perkapita dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator untuk melihat keberhasilan pembangunan dan merupakan syarat keharusan ( necessary condition) bagi penurunan pengangguran. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologi, penyesuaian kelembagaan, dan ideologi yang diperlukannya. Definisi ini memiliki  tiga komponen yaitu :

a.    Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus menerus persediaan barang;
b.    Teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan
 kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; dan
c.    Penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan penyesuaian di bidang kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan secara tepat

Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu wilayah dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di wilayah tersebut.
Untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional, maka pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu target yang sangat penting yang harus dicapai dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pada awal pembagnunan ekonomi suatu Negara, umumnya perencanaan pembangunan eknomi berorientasi pada masalah pertumbuhan. Untuk Negara-negara seperti Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar dan tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi ditambah kenyataan bahwa penduduk Indonesia dibawah garis kemiskinan juga besar, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi sangat penting dan lajunya harus jauh lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk agar peningkatan pendapatan masyarakat perkapita dapat tercapai.

Pertumbuhan ekonomi dapat menurunkan tingkat kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan jumlah pekerja yang cepat dan merata. Pertumbuhan ekonomi juga harus disertai dengan program pembangunan sosial.

2.2.1 Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:

•    Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

•    Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

•    Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

•    Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

•    Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

  •   Faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi diantaranya adalah :
1.    Korupsi
Korupsi akan mempersulit pembangunan karena akan membuat kekacauan dan ketidakefisienan dalam pembelanjaan.
2.    Laju inflasi

Inflasi akan berdampak pada menurunnya indeks kepercayaan konsumen karena masyarakat cenderung mengurangi belanja karena berhati-hati terhadap resiko kenaikkan harga tinggi.
3.    Tingkat suku bunga
Tingkat suku bungan akan mempengaruhi investasi.
4. Kenaikkan harga bahan bakar minyak
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mempengaruhi pertumbuhan ekonomi  nasional karena dampak kebijakan tersebut menimbulkan "multiplayer effect" menyeluruh terhadap perekonomian.
5. Situasi keamanan yang tidak kondusif
Ada beberapa pandangan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang kokoh dibutuhkan stabilitas politik dan keamanan. Investor yang pada saat ini dianggap sebagai salah satu yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak akan mau menanamkan modalnya (investasi jangka pendek maupun jangka panjang) jika keamanan tidak stabil.

2.2.2 Pertumbuhan Ekonomi dalam Persepktif Islam

Menurut Khursyid pertumbuhan ekonomi tidak lepas dari konsep keadilan distribusi pendapatan dan kekayaan bagi setiap individu pada seluruh generasi, menghapus riba dan mewajibkan zakat. Pendapat lain menambahkan bahawa pertumbuhan ekonomi bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan akidah dan membenarkan iman, sedangkan pertumbuhan ekonomi menurut Pertumbuhan ekonomi dalam perspektif Islam menurut Abu Yusuf (t.t.) untuk mewujudkan kehidupan yang baik (al-hayat at-taiyibah) .
Dengan demikian dapat disimpulkan Pertumbuhan ekonomi dalam perspektif Islam harus memasukkan aspek aksiologis (nilai, moral) agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya diorientasikan kepada kesejahteraan materi saja melainkan memasukkan juga aspek ruhaniyah. Memasukkan aspek ruhaniyah ini dalam pandangan Islam tidak akan menimbulkan masalah-masalah matematis, karena sifatnya yang abstrak sebab, yang dioptimalisasikan, sekalipun ditinjau dari sudut pandang ilmu ekonomi neo-klasik, bukanlah arus konsumsi akan tetapi “nilai guna” yang berkaitan dengannya, yang ia sendiri adalah kualitas yang tidak berwujud.

Didalam Islam terdapat instrumen ekonomi yang dapat mengentaskan kemiskinan dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yaitu:
1.    Infaq
2.    Zakat
3.    Shadaqah

2.2.3 Faktor Pertumbuhan Ekonomi dalam Perspektif Islam 

Sama halnya dengan konsep konvensional, dalam pertumbuhan ekonomi perspektif Islam, ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan  itu sendiri (Ahmad, 1997). Faktor-faktortersebut adalah: Sumber daya yang dapat dikelola (invistible resources), Sumber daya manusia (human resources), Wirausaha (entrepreneurship),danTeknologi (technology). Islam juga melihat bahwa faktor-faktor di atas juga sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi.

1.    Sumber daya yang dapat dikelola (Investable Resources)
Pertumbuhan ekonomi sangat membutuhkan sumberdaya yang dapat digunakan  dalam memproduksi aset-aset fisik untuk menghasilkan pendapatan. Aspek fisik tersebut antara lain tanaman indutrsi,mesin, dan sebagainya. Pada sisi lain, peran modal juga sangat signifikan untuk diperhatikan. Negara-negara muslim harus mengembangkan kerjasama  ekonomi dan sedapat mungkin menahan diri untuk tidak tergantung kepada sumber eksternal. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir  beban hutang yang berbasis bunga dan menyelamatkan generasi akan datang dari ketergantungan dengan Barat.  Oleh karena itu perlu upaya untuk meningkatkan  sumberdaya domestik seperti tabungan dan simpanan sukarela, pajak ataupun usaha lain berupa pemindahan sumberdaya  dari orang kaya kepada orang miskin.

2.   Human Resources
Faktor penentu lainnya yang sangat penting adalah sumberdaya manusia. Manusialah yang paling aktif berperan dalam pertumbuhan ekonomi. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang diharapkan, maka perlu adanya efisiensi dalam tenaga kerja. Efisiensi tersebut membutuhkan kualitas professional dan kualitas moral. Kedua kualitas ini harus dipenuhi dan tidak dapat  berdiri sendiri. Kombinasi keduanya mutlak dipadukan dalam batas-batas yang rasional. Prinsip Islam  terlihat berbeda  dengan mainstream  ekonomi konvensional  yang hanya menekankan pada aspek kualitas profesional  dan mengabaikan kualitas moral. Moral selama ini dianggap merupakan rangkaian yang hilang dalam kajian ekonomi. Maka Islam mencoba mengembalikan nilai moral tersebut. Oleh karena itu, menurut Islam untuk dapat menjadi pelaku ekonomi yang baik, orang tersebutdituntun oleh syarat-syarat berikut :
a)    Suatu kontrak kerja merupakan janji dan kepercayaan yang tidak boleh dilanggar walaupunsedikit. Hal ini memberikan suatu jaminan moral seandainya ada penolakan kewajiban dalam kontrak atau pelayanan yang telah ditentukan.
b)    Seseorangharus bekerja maksimal ketika ia telah menerima gaji secara penuh. Ia dicelaapabila tidak memberi kerja yang baik.
c). Dalam Islam kerja merupakan ibadah sehingga memberikan implikasi pada seseorang untuk bekerja secara wajar dan profesional (Ahmad, 1997).

3. Wirausaha (Entrepreneurship)
Wirausaha merupakan kunci dalam proses pertumbuhan ekonomi dan sangat determinan. Wirausaha juga dianggap memiliki fungsi dinamis yang sangat dibutuhkan dalam suatu pertumbuhan ekonomi. Nabi Muhammad Saw, dalam beberapa hadits menekankan pentingnya wirausaha. Dalam hadits riwayat Ahmad beliau bersabda, ”Hendaklah kamu berdagang (berbisnis), karena di dalamnya terdapat 90 % pintu rezeki”. Dalam hadits yang lain beliau bersabda, ”Sesungguhnya sebaik-baik pekerjaan adalah perdagangan (bisnis)”.
Menurut Chapra salah satu cara yang paling konstruktif dalam mempercepat pertumbuhan yang berkeadilan adalah dengan membuat masyarakat dan individu untuk mampu semaksimal mungkin mengunakan daya kreasi dan artistiknya secara profesional, produktif dan efisien. Dengan demikian, semangat entrepreneurship (kewirausahaaan) dan kewiraswastsaan harus ditumbuhkan dan dibangun dalam jiwa masyarakat. Menumbuhkembangkan jiwa kewisahausahawaan akan mendorong pengembangan usaha kecil secara signifikan. Usaha kecil, khususnya di sektor produksi akan menyerap tenaga kerja yang luas dan jauh lebih besar.
Dari paparan di atas dapat ditegaskan bahwa peran wirausaha dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang tak terbantahkan.Kelangkaan  wirausaha bahkan bias menyebabkan kurangnya pertumbuhan ekonomi walaupun faktor-faktor lain banyak tersedia. Dalam hal ini pula Islam sangat mendorong pengembangan semangatwirausaha untuk menggalakkan pertumbuhan ekonomi.
4. Teknologi
Para ekonom menyatakan bahwa kemajuan teknologi merupakan sumber terpenting pertumbuhan ekonomi. Kemajuan  teknologi mencakup dua bentuk, yaitu inovasi produk dan inovasi proses. Inovasi produk berkaitan dengan produk-produk baru yang sebelumnya tidak ada atau pengembangan produk-produk sebelumnya. Sedangkan inovasi proses merupakan  penggunaan teknik-teknik baru yang lebih murah dalam memproduksi produk-produk yang telah ada. Islam  tidak menantang konsep tentang perubahan teknologi seperti digambarkan di atas, bahkan dalam kenyataannya Islam mendukung kemajuan teknologi. Perintah Al-Qur’an untuk melakukan pencarian dan penelitian cukup banyak dalam Al-Qur’an. Dalam terma ekonomi bisa disebut dengan penelitian dan pengembangan (research and development) yang menghasilkan perubahan teknologi. Dalam Al-quran juga ada perintah untuk melalukan eksplorasi segala apa yangterdapat di bumi untuk kesejahteraan manusia. Eksplorasi ini jelas membutuhkan penelitian untuk menjadikan sumberdaya alam tersebut berguna dan bermanfaat bagi manusia.

2.3  Struktur Ekonomi

Struktur ekonomi dipergunakan untuk menunjukkan komposisi atau susunan sektor-sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Sektor yang dominan atau yang diandalkan mempunyai kedudukan paling atas dalam struktur tersebut dan menjadi ciri khas dari suatu perekonomian.
Dimaksudkan dengan sektor ekonomi yang dominan atau yang diandalkan adalah sektor ekonomi yang menjadi sumber mata pencaharian sebagian terbesar penduduk serta menjadi penyerap tenaga kerja yang terbesar. Sektor ekonomi yang dominan atau andal dapat juga berarti sektor yang memberikan sumbangan terbesar terhadap produk nasional dengan laju pertumbuhan yang tinggi, yang menjadi ciri khas dari suatu perekonomian.

Dikenal dua macam struktur ekonomi, yaitu:
1.    Struktur agraris, adalah struktur ekonomi didominasi oleh sektor pertanian. Sektor pertanian menjadi sumber mata pencaharian sebagian terbesar penduduknya. Pada umumnya negara-negara berkembang (developing countries) termasuk Indonesia disebut negara agraris dan negara-negara yang termasuk negara-negara belum berkembang (under developed countries) yang pertaniannya masih sangat tradisional dikategorikan negara agraris tradisional.

2.  Industri, dimana struktur ekonomi didominasi oleh sektor industri. Sebagian terbesar produk domestik disumbangkan dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggal disumbangkan oleh sektor industri. Negara-negara amerika Serikat, Jerman, Inggris, Perancis, Italy, Jepang dan Kanada yang termasuk negara industri maju, negara-negara Eropa dan negara-negara lainnya termasuk negara industri.
Struktur ekonomi sebuah negara dapat dilihat berdasarkan empat macam sudut tinjauan yaitu:
1.  Tinjauan makro-sektoral
Sebuah perekonomian dapat berstruktur, misalnya agraris (agricultural), industrial (industrial), atau niaga (commercial), tergantung pada sektor produksi apa/ mana yang menjadi tulang punggung perekonomian yang bersangkutan.
2.  Tinjauan keruangan (spasial)
Suatu perekonomian dapat dinyatakan berstruktur kedesaan/tradisional dan berstruktur kekotaan/modern. Hal itu bergantung apakah wilayah pedesaan dengan teknologinya yang tradisional yang mewarnai kehidupan perekonomian itu, ataukah wilayah perkotaan dengan teknologinya yang sudah relatif modern yang mewarnainya.
3.  Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan
Suatu perekonomian dapat menjadi perekonomian yang berstruktur etatis, egaliter, atau borjuis. Tergantung pada siapa atau kalangan mana yang menjadi pemeran utama dalam perekonomian yang bersangkutan.
4. Tinjauan birokrasi pengambilan keputusan
Dengan sudut tinjauan ini dapat dibedakan antara struktur ekonomi yang sentralistis dan yang desentralistis.
Ditinjau secara makro-sektoral struktur ekonomi Indonesia sesungguhnya masih dualistis. Sumber mata pencaharian utama sebagian besar penduduk masih sektor pertanian. Dalam kaitan ini berarti struktur tersebut masih agraris. Akan tetapi penyumbang utama pendapatan nasional adalah sektor industri pengolahan. Dalam kaitan ini berarti struktur tersebut sudah industrial. Semua itu berarti bahwa secara makro-sektoral ekonomi Indonesia baru bergeser dari struktur agraris ke struktur yang industrial.
Pergeseran struktur ekonomi secara makro-sektoral ini senada dengan pergeserannya secara spasial, perekonomian telah bergeser dari semula berstruktur kedesaan/tradisional menjadi kini berstruktur kekotaan/modern. Kemajuan perekonomian di  kota-kota jauh lebih pesat daripada di desa-desa. Porsi penduduk yang tinggal di kawasan pedesaan menjadi lebih sedikit bukan semata-mata karena urbanisasi, tetapi juga karena mekar dan berkembangnya kota-kota. Kehidupan sehari-hari yang semakin modern tercermin tidak saja dari perilaku konsumsi masyarakat, tapi juga dari teknologi produksi yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan.


                                                                               BAB III
                                                                             PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Pendapatan nasional adalah adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun. Ada beberapa konsep pendapatan Nasional yaitu Produk domestik bruto (Gross Domestic Product), Produk Nasional Bruto (Gross National Product), Produk Nasional Neto (Net National Product), Pendapatan Nasional Neto (Net National Income), Pendapatan perseorangan (Personal Income), dan Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income).
Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu wilayah dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di wilayah tersebut, sedangkan pertumbuhan ekonomi menurut perspektif Islam pertumbuhan ekonomi memasukkan aspek aksiologis (nilai, moral) agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya diorientasikan kepada kesejahteraan materi saja melainkan memasukkan juga aspek ruhaniyah.
Struktur ekonomi yang tengah kita hadapi saat ini seseungguhnya merupakan suatu struktur yang transisional. Kita sedang beralih struktur yang agraris ke industrial  dari struktur yang etatis ke borjulis, dari sturktur yang kedesaan/tradisional ke kotaan/modern, sementara dalam hal birokrasi dan pengambilan keputusan mulai desentralis.

3.2 Saran 

Pemerintah harus lebih memperhatikan lagi Untuk itu pemerintah harus lebih memaksimalkan pemerataan dalam mendistribusikan pendapatan, agar tidak terjadi gap (kesenjangan) di dalam tingkat kehidupan masyarakat yang berakibat munculnya ketimpangan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi, selain itu hendaknya pemerintah dan masyarakat juga menerapkan dan mengimplemntasikan yang menjadi faktor pertumbuhan ekonomi dalam perspektif Islam dimana tidak hanya mementingkan material saja yang dapat memeberikan kesejahteraan namun juga memasukkan nilai – nilai moral atau ruhaniyah agar adanya keseimbangan antara materal yang didapat dan nilai moral untuk mewujudkan kehidupan yang baik



                                                             DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. T.H. Tambunan, Tulus. 2011. Perekonomian Indonesia Kajian Teoritis dan Analisis Empiris. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sari, Kartika; Oni Setiadi, Inung, dan Gigih Aryanti, Harnida.2013.Detik-Detik Ujian Nasional Ekonomi. Klaten: Intan Pariwara.
Sukirno Sadono. 2008. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.
http://softbizniz.blogspot.co.id/2013/12/pendapatan-nasional-pertumbuhan-dan.html diakses tanggal 21 September 2016
https://suarapembaharu.wordpress.com/2010/02/10/pertumbuhan-ekonomi-dari-perspektif-islam/ diakses tanggal 21 September 2016
http://accounting-media.blogspot.co.id/2014/05/struktur-ekonomi-indonesia.html diakses tanggal 21 September 2016
http://www.antomiwahyu.com/2015/11/pengertian-pendapatan nasional.html#ixzz4LFOIcNRh diakses tanggal 21 September 2016

iklan

1 komentar:

  1. Harrah's Cherokee Casino Resort - Mapyro
    Get directions, reviews and information for Harrah's Cherokee 서귀포 출장샵 Casino Resort 세종특별자치 출장안마 in Cherokee, NC. Harrah's 광주 출장마사지 Cherokee 과천 출장안마 Casino 포항 출장안마 Resort: Map, Map.

    ReplyDelete